MenitZone, Jakarta ][ Situs KPU Republik Indonesia, setelah hari pencoblosan, mengalami kendala akses yang memicu kekhawatiran terkait transparansi informasi. Profesor Ir. Marsudi Wahyu Kisworo, IPPU anggota tim perancang sistem TI Pemilu yang dipakai sejak 2004 hingga sekarang, menyampaikan keraguan terhadap keamanan situs KPU, dia menyebut situs KPU saat ini mudah dijebol para hacker.
Berikut ini tulisan Profesor Ir. Marsudi Wahyu Kisworo, IPPU:
Sipil ikut mengawal perhitungan suara sehingga tidak terjadi kecurangan. Tanpa Sirekap kita tidak bisa mendapat informasi seperti yang beredar di berbagai medsos. Tetapi jika kita menemukan “ketidak sesuaian” antara Sirekap dengan C1, baik pakai mata atau ada yang canggih ngakunya pakai robot segala, jadikan ini sebagai bagian ketika mengawal perhitungan suara manual. Dan jika oleh KPU sudah diperbaiki ya sudah jangan dinyinyirin lagi. Apalagi kalau KPU sudah mengakui dan minta maaf, mbok ya o jangan dibully terus, kasihan tuh anak orang.
Untuk Timses yang mau menggugat ke MK, pahami betul UU Pemilu, apa itu Sirekap, apa itu aplikasi de el el de el el. Jangan sampai ngakunya ahli IT dari salah satu timses, menyebut ALGORITMA saja salah jadi LOGARITMA. Karena beliauw ini tokoh, kasihan murid-murid saya dan murid-murid teman saya yang capek-capek diajari ALGORITMA tapi disesatkan dengan LOGARITMA.
Sekali lagi, seperti diposting saya sebelum ini, kalau mau menggugat fokuskan pada perhitungan suara manual berjenjang, jangan meributkan Sirekap. Sirekap sudah jelek, jadi jangan dijelek-jelekkan lagi ya, kasihan dia ya pemirzah…




