POLITICS of ACCUSATION

0
181

by: Zeng Wei Jian

President Jokowi & Pemerintahan-nya diserang fitnah, hoax, dan cerita ngawur. Redbull party adalah motorhead-nya. Kolebs dengan extrimis far-right.

Ibu Megawati menyatakan Pemerintahan Jokowi adalah Neo-Orba. Brengos Solo FX Rudi meradikalisir dengan istilah “Neo Orba Plus-plus”. Padahal BIN gerak tekan Kepala Daerah menangkan Ganjar-Makfud.

Narasi dizolimin. Bakal dicurangin di Pilpres. Playing victim. Pidato marah. Aparat ngga netral. Amplifikasi by buzzer yang pernah jadi benalu di Pemerintahan Jokowi. Usaha menghidupkan nostalgia perlawan Anti Orde Baru. Ironisnya “Pidato Megawati” malah diketawain netizen.

Lawan memainkan strategi “Politics of Accusation”. The orders of Indexicality. Gagal-total di Tema: Jokowi merusak demokrasi, bangun Dinasti Politik, dan Intervensi MK, membuat Redbull dan Buzzer Banteng mengidap the frustration of desire results in an explosive mix atau un mélange classique d’envie et de révolte.

Mereka pilih tuduhan lebi berat sambil ngarep “Tema Neo Orba” bisa dijadikan powerful frame menjatuhkan Jokowi, Prabowo, dan Gibran.

Semuanya Tuduhan. Ga ada bukti. Fantasi. Bodoh. Resah. Targetnya political impression management massa sesuai format yang Haters Jokowi inginkan.

Ugly emotions seperti dengki, iri-hati, takut kalah, ingin berkuasa, dan nyungsepnya elektabilitas Ganjar-Makfud merupakan alasan dimainkannya “Politics of Accusation”. Raison d’être manuver main tuduh adalah Ketamakan (greedy) ingin berkuasa.

Redbull & Jokowi’s haters ga sadar adopsi “Greedocracy”. Politics of Accusation sifatnya jahat dan sumber Fakta Anthropological seperti witchcraft-hunting, scapegoating, dan inter-intra-communal conflict.

Jokowi, Prabowo, Gibran adalah tiga serangkai. Tak terpisahkan. Kemenangan Prabowo-Gibran sama sekali bukan berarti “Kebangkitan Orba”. Berkuasanya Bongbong Marcos ngga mengembalikan praktek Rezim Marcos.

Semuanya berubah. Orde Baru sudah ga relevan di zaman sekarang. Life is flux. “There is nothing permanent except change,” kata philosopher Heraclitus.

Tuduhan Pemerintah Jokowi lebi parah dari Orde Baru akan gagal-total lagi. Ganjar-Makfud ambruk semakin parah. Sex scandal accusation ga lebi efektif dari financial accusation. Paling ngga mutu & resonansinya lemah ya Tuduhan Neo Orba Plus-plus.

Rakyat ngga merasakan Anti Demokrasi & Iron fist selama President Jokowi berkuasa. Gunawan Muhamad bebas mencela. Buzzer Banteng masi riang rilis fitnah. Semuanya bisa asal ngomong. Ga seperti Era Orde Baru. Lalu di mana-nya Pemerintahan Jokowi lebi parah dari Rezim Orde Baru…??

THE END

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini