HomeBERITANakes RSUD Wamena Demo Mogok Kerja Dugaan Pasien Terlantar

Nakes RSUD Wamena Demo Mogok Kerja Dugaan Pasien Terlantar

MenitZone, Wamena ][ Ratusan Tenaga Kesehatan Honorer RSUD (Rumah Sakit Umum Daerah) melakukan aksi demo damai di RSUD Wamena, Senin, 20Juno 2023.

Ini bukan berita hoax, bukan opini, melainkan fakta. Faktanya, pada hari ini 19 Juni 2023, Tenaga Kesehatan honorer RSUD Wamena melakukan demo damai di halaman rumah sakit terbesar di provinsi Papua Pegunungan itu.

“Ini kenapa, pinta saya kepada seorang yang berjualan pinang di seberang jalan depan rumah sakit Wamena, sambil menyaksikan kerumunan orang di halaman rumah pada 19 Juni 2023, pukul 9:40.

Pedangang pinang itu mengatakan para Nakes ini memprotes manajemen rumah sakit karena belum membayar honor mereka selama 3 bulan terakhir. Para perawat mengeluh kesulitan bayar kos-kosan dan biaya hidup lainnya.

Rupanya, usai demo, para perawat honorer ini melanjutkan protesnya dengan mogok kerja sehingga yang kerja di IGD, bangsal-bangsal dan Poli hanya nakes yang berstatus PN. Akibatnya, tenaga kesehatan yang terbatas tidak bisa melayani pasien dengan maksimal, bahkan ada pasien terlantar dan tidak terlayani maksimal.

“Sore ini di RS atau UGD saja pasien ful, dan semua tindakan dokter yang kerja sendiri, “tulis seorang keluarga di group WA Wamena Empowerment 19 Juni 2023 Sore.

Dari informasi yang kami kantongi, demo ini bukan yang pertama. Demo pertama terjadi pada April 2023 lalu. Nakes RSUD melakukan demo karena persoalan yang sama. Manajemen rumah sakit belum membayar hak nakes honorer di RSUD Wamena.

Kalau ini demo kedua, ada masalah serius di manajemen rumah sakit kab Jayawijaya . Untuk mengungkap masalah yang ada, perlu langkah-langkah yang mesti diambil dari beberapa pihak.

*Pertama* , lembaga DPRD Jayawijaya secara kolektif lembaga maupun individu mengunakan hak inisiatifnya melakukan kunjungan kerja ke rumah sakit, memanggil kepala dinas dan direktur rumah sakit untuk mempertanyakan masalah ini. DPRD juga harus memanggil Bupati Jayawijaya dan mempertanyakan masalah yang ada.

*Kedua* , Bupati kabupaten Jayawijaya harus melakukan evaluasi kerja kepala dinas dan direktur rumah sakit menyangkut pelaksanaan program kerja pelayanan kesehatan di RSUD Wamena tahun 2023. Kalau tdak mampu memimpin rumah sakit, mencari dan menganti orang baru.

*Ketiga* , masyarakat sipil, NGO dan peneliti mesti melakukan investigasi rumah sakit umum kabupaten Jayawijaya ini. Apakah rumah sakit ini memenuhi standar? Apakah rumah sakit ini menjawab kebutuhan kesehatan masyarakat Jayawijaya? Laporan dan rekomendasi diserahkan kepada pemerintah untuk melakukan perubahan demi pelayanan kesehatan yang lebih baik ke depan. (bawi k).

RELATED ARTICLES

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Most Popular