HomeBERITAHendra Wijaya: Jadi Orang Sukses dan Berpengaruh Tidak Harus Bergelar Sarjana

Hendra Wijaya: Jadi Orang Sukses dan Berpengaruh Tidak Harus Bergelar Sarjana

MENITZONE.COM, Jakarta II Pendidikan, terutama pendidikan tinggi tentu menjadi dambaan setiap insan. Akan tetapi tidak semua orang dapat meraih gelar sarjana lewat pendidikan tinggi lantaran ketakmampuan orang tua menanggung biaya.

Muhammad Hendra Riyadi, atau sering dikenal Hendra Wijaya pemuda asal Kalimantan Selatan ini justru berpandangan lain perihal pendidikan tinggi dan gelar yang dibuktikannya lewat prestasi gemilangnya di dunia bisnis yang telah membuatnya terkenal tanpa melewati proses pendidikan tinggi.

“Keinginan untuk kuliah pasti ada, namun disisi lain saya juga ingin membuktikan kepada generasi muda, terutama kepada mereka yang tidak mempunyai biaya untuk kuliah. Bahwasanya sukses dan menjadi orang berpengaruh itu tidak harus bergelar sarjana”, ujar Hendra.

Hendra tidak sekedar berucap melainkan dibuktikannya lewat terjun langsung ke metropolitan Jakarta demi mewujudnyatakan tesisnya.

Di usia mudanya, usai tamat sekolah menengahnya di SMAN I Tapin, Hendra pun tidak ingin ketinggalan kereta untuk memburuh cuan demi mewujudkan mimpinya menjadi ‘kaya, terkenal dan berpengaru’.

Hendra memang menyadari bahwa tidak mudah mendapatkan pekerjaan di Ibukota negara hanya berbekal ijazah SMA, karena fakta lapangan memperlihatkan banyak tunakarya yang justru muncul dari kaum bertitel. Akan tetapi kondisi demikian tidak menyurutkan semangat dan tekad Hendra untuk terus melangkah dengan penuh percaya diri bahwa dia akan mampu memberi bukti dengan hasil memadai tanpa harus menyandang gelar sarjana.

Menurut Hendra, kemauan keras, fokus, kerja cerdas dan tabah sudah dapat dipastikan mampu bersaing ketat, bahkan mengalahkan para sarjana bertitel dari perguruan tinggi ternama sekalipun yang notabene ‘didewakan’ namun tidak berkarakter kerja keras, kurang percaya diri dan tidak sabar.

“Saat saya datang ke Jakarta saya sadar akan kapasitas saya yang hanya lulusan SMA, mencari pekerjaan dengan gaji yang tinggi di Jakarta cuma bermodalkan ijazah SMA sangat susah, dan hanya di futures yang walaupun lulusan SMA tapi bisa mendapatkan income puluhan sampai ratusan juta rupiah”, tuturnya.

Hendra pun terus bergerilia mencari informasi untuk dapat bergabung di dunia futures demi menggapai impiannya. Dan…PT. Mahadana Asta Berjangka lah pilihannya untuk membuktikan dirinya.

Di Mahadana, kata Hendra, modal tipis yang dimilikinya berupa lidership, kreatif, teamwork, public speaking dan bertanggungjawab pun kian meningkat dan diperkaya karena terus diasah dan diasuh oleh manejer-manejer handal berpengalaman.

“Saya masuk Mahadana awalnya hanya ingin mencoba keberuntungan dengan menguji kemampuan saya. Saya tidak pernah berekspetasi tinggi tentang income saya disini. Tapi di bawah naungan PT. Mahadana, skill, mental dan pola pikir saya benar benar dibentuk yang membuat saya bisa seperti sekarang”, kenang Hendra.

Ternyata, lanjut Hendra, di mana pun kita bekerja, faktor pimpinan atau atasan sangat menentukan sukses tidaknya kerja kita. “Kata-kata ini benar adanya.*Dibawah pemimpin yang baik, anak buah yang tidak baik pun ada gunanya, tapi dibawah pemimpin yang tidak baik, pasukan terbaik pun kocar kacir*”, ujarnya.

Tidak heran, baru 8 bulan di Mahadana Hendra bisa mencetak komisi ratusan juta dari 5 nasabah yang masih aktif trading hingga hari ini.

‘Komisi terbesar saya yang kebetulan saya terima di bulan Maret ini dengan nominal sekitar 90 juta rupiah”, aku Hendra seraya mengatakan total komisi yang sudah diterimanya mendekati setengah miliard rupiah dan mendapat reward Trip ke Bali bersama 5 kawan lainnya justru di usianya baru menginjak 20 tahun.

Jika banyak orang berkisah tentang susahnya mengawali hidup di Metropolitan, Hendra malah menyatakan dirinya hampir tidak mengalami kesulitan sejak awal memulai karir di Jakarta.

“Kalau ditanya soal suka duka mungkin saya akan menjawab lebih banyak sukanya dibanding dukanya. Lingkungan kerja yang kondusif, rekan kerja yang kooperatif, dan atasan yang selalu membimbing saya untuk menjadi lebih baik lagi adalah suatu anugerah tersendiri yang diberikan Tuhan”, terang Hendra.

Walau demikian Hendra mengakui bahwa semuanya harus dimulai dari bawa, dari yang kecil juga harus ada pengorbanan-pengorbanan kecil untuk mendapatkan yang besar. “Saya teringat pepatah Cina pernah berkata Xiao jien pu cu, da cien pu lai, yang artinya jika uang kecil tidak keluar, maka uang besar pun tidak akan datang”, papar Hendra.

Hendra sungguh menyatakan kebanggaannya berada dan berjuang bersama Mahadana sehingga ia mampu mewujudkan keinginan dan motivasi terbesarnya menginginkan uang yang besar dalam waktu yang cepat, ingin sukses di usia muda, serta ingin mempunyai karir yang cemerlang di PT. Mahadana.

Dari prestasi kerja dan hasil perolehan yang diraihnya, Hendra sesungguhnya secara tersirat membangkitkan semangat sekaligus mengingatkan kaum muda seusianya yang tidak sempat mengenyam pendidikan tinggi untuk tidak perlu minder dan rendah diri, apalagi patah semangat. Karena titel dan gelar kesarjanaan bukan satu-satunya jaminan meraih sukses. (ben)

RELATED ARTICLES

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Most Popular